KESEJAHTERAAN
SATWA LIAR

Hewan peliharaan telah hidup berdampingan dengan manusia selama berabad-abad. Berbagi satu sama lain berdampingan saling bermanfaat bagi manusia dan hewan. Anjing, misalnya, membantu mengawasi pemangsa, memperingatkan manusia akan bahaya. Dan pada malam hari manusia dan anjing saling menghangatkan dalam kondisi cuaca dingin. Keduanya diuntungkan oleh keberadaan masing-masing.

Satwa liar belum pernah berhubungan dengan manusia dan hidup mandiri. Mereka belum dijinakkan selama berabad-abad dan tidak cocok untuk dijinakkan. Kebanyakan mereka sangat takut pada manusia dan akan bersembunyi dari manusia.

Beberapa orang tidak setuju dan akan membeli satwa liar sebagai bayi, dan telah ‘menjinakkan’ di lingkungan rumah mereka. Misalnya bayi monyet disimpan dalam popok dan diberi susu botol. Dan selalu ketika satwa liar yang dibeli saat bayi tumbuh dan mulai menunjukkan ‘karakter satwa liarnya’, orang tidak akan mau memelihara hewan itu lagi. Kebenaran yang menyedihkan adalah mereka sering diambil dari kehidupan normal mereka. membuat mereka tidak bisa menjalani pelajaran hidup normal pada saat kehidupan mudanya. Sebagai contoh, orang utan membutuhkan 7 tahun pendidikan oleh induknya sebelum dapat hidup mandiri. Tidak mungkin memenuhi semua kebutuhan satwa liar di penangkaran. Setiap upaya untuk menjinakkan, mengurung, menahan atau menangkap dan memelihara satwa liar akan menyebabkan stres, penyakit, dan terkadang bahkan kematian.

Semuanya bermuara pada kesadaran akan kebutuhan spesifik perilaku pada masing masing spesies hewan, kebutuhan nutrisi, kebutuhan lingkungan. kondisi kehidupan sosial spesies mereka tertentu misalnya soliter atau kelompok keluarga. Bahkan kandang yang paling rumit dan canggih pun tidak dapat memenuhi ‘hidup dalam kebebasan di alam liar’.

Satwa liar perlu dibiarkan sendiri, menjalani hidup mereka di hutan liar, laut dalam dan langit terbuka. Di sini ungkapan ‘biarkan mereka menjadi liar’ sangat berlaku.

Nikmati satwa liar dengan mengikuti ‘wisata satwa liar’ dengan pemandu profesional, yang akan memberi tahu Anda semua tentang kehidupan indah Satwa Liar di Alam Liar.

Artikel mengenai Kesejahteraan Satwa Liar :

 

SIRKUS LUMBA-LUMBA : Ketika Kesenangan Manusia Mengorbankan kehidupan Satwa Liar

SIRKUS LUMBA-LUMBA :Ketika KesenanganManusiaMengorbankankehidupan Satwa Liar. Lumba-lumba merupakan salah satu mamalia laut yang memiliki kecerdasan tinggi, menyamaik emampuan otak manusia. Mereka juga merupakan hewan sosial yang hidup berkelompok. Lumba-lumba hidung botol (Tursiops truncatus) adalah spesies lumba-lumba yang paling umum dikenal oleh kebanyakan orang. Habitatnya berada di perairan hangat di seluruh dunia dan dapat ditemui di hampir seluruh perairan kecuali Samudra Arktik dan Samudra Selatan. Lumba-lumba yang hidup di penangkaran dan dipakai dalam sirkus atau pertunjukan seringkali ditangkap dari alam liar dengan jaring atau perangkap. Praktik ini sering kali menyebabkan stress dan cedera, serta sangat berpengaruh pada keadaan psikis dan fisik lumba-lumba.

Dari Pengamatan Liar ke Kandang Ex-Situ

Dari Pengamatan Liarke Kandang Ex-Situ. Pernahkah kalian melihat orang-orang yangbekerja mengamati satwa liar? Mereka mengamati perilaku satwa tersebut dari cara menjelajah, cara makan, jenis pakan yang dikonsumsi, interaksi antara sesama spesies ataupun berbeda spesies, tipe habitatnya,hingga fungsi dari satwa tersebut di lingkungannya.