Menilik Kesejahteraan Anjing Milik Warga di Daerah Pedesaan: Sebuah Pelajaran untuk Kita Semua

Oleh : Drh.Mikeu Paujiah, M.M

Kesejahteraan hewan peliharaan, khususnya anjing, masih menjadi tantangan di berbagai wilayah pedesaan Indonesia. Banyak komunitas yang memelihara anjing sebagai bagian dari keseharian, baik untuk menjaga rumah, membantu berburu, maupun sebagai teman setia. Namun, bagaimana sebenarnya kondisi hidup mereka?

Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal ilmiah international Journal of the South African Veterinary Association pada tahun 2021 meneliti kesejahteraan anjing milik warga di komunitas berpenghasilan rendah. Studi ini menunjukkan beberapa hal penting yang perlu kita perhatikan bersama.

1. Anjing Dibiarkan Berkeliaran

Di banyak rumah, anjing dilepas bebas setiap hari tanpa pengawasan. Sekilas tampak seperti bentuk kebebasan, namun hal ini dapat menimbulkan risiko besar. Anjing bisa tertabrak kendaraan, terserang penyakit, atau bahkan mengganggu lingkungan sekitar tanpa disengaja.

2. Pemberian Makan Seadanya

Sebagian besar anjing hanya diberi makan sekali sehari dengan makanan sisa dari manusia. Meskipun pemilik merasa sudah cukup, kebutuhan nutrisi anjing sering kali belum terpenuhi, yang berdampak pada pertumbuhan dan daya tahan tubuh mereka.

3. Minim Akses Kesehatan

Vaksinasi dan perawatan medis untuk anjing masih sangat terbatas. Banyak pemilik yang belum mengetahui pentingnya vaksin rabies dan pencegahan penyakit lainnya. Ini tidak hanya berdampak pada hewan, tetapi juga berisiko bagi manusia yang hidup berdampingan.

4. Pemilik Peduli, Tapi Minim Informasi

Sebagian besar pemilik sebenarnya menyayangi anjing mereka. Namun, karena minim informasi, mereka belum mengetahui cara merawat yang tepat. Misalnya, tidak menyadari bahwa anjing perlu divaksin meskipun terlihat sehat, atau tidak tahu bahwa makanan tertentu bisa berbahaya bagi anjing.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

  1. Edukasi jadi kunci. Kita bisa membantu menyebarkan informasi dasar tentang perawatan hewan yang layak.
  2. Gunakan pendekatan budaya. Bukan menggurui, tapi mengajak masyarakat memahami manfaat merawat hewan dengan baik.
  3. Buat program sederhana. Misalnya, vaksinasi keliling, layanan steril gratis, atau sesi ngobrol santai soal hewan di balai desa.
  4. Libatkan tokoh lokal. Dukungan dari tokoh masyarakat sangat berpengaruh dalam membangun kepercayaan.

Kesejahteraan hewan bukan soal mewah, tapi soal empati dan tanggung jawab. Anjing yang dirawat dengan baik akan lebih sehat, aman, dan tidak menjadi sumber masalah bagi lingkungan. Kita semua bisa ambil bagian—mulai dari memberi edukasi, membantu akses layanan kesehatan hewan, hingga menciptakan komunitas yang peduli.

Mari bersama membangun budaya peduli hewan yang lebih kuat di masyarakat kita.

Referensi

Caulk, M., Simanjuntak, S., & Mullan, S. (2021). Welfare concerns for owned dogs in a low-resource community in North Sumatra, Indonesia. Journal of the South African Veterinary Association, 92(1), a2134. https://doi.org/10.4102/jsava.v92i1.2134

Artikel Terkait : 

Mengapa Ruang Isolasi Itu Penting di Shelter Hewan?

Mengapa Ruang Isolasi Itu Penting di Shelter Hewan?

Oleh : Drh.Mikeu Paujiah, M.MDalam manajemen shelter hewan, ada satu fasilitas yang sering dianggap tidak penting atau “nanti saja kalau ada dana”: Ruang isolasi.Padahal, ruang isolasi bukan sekadar tambahan, ia adalah komponen vital dalam menjaga kesehatan seluruh...