Scabies pada Kucing: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Oleh : Drh. Mikeu Paujiah dan Maryam Smeer
Scabies adalah salah satu penyakit kulit yang umum terjadi pada kucing. Penyakit ini disebabkan oleh tungau kecil yang menginfeksi kulit dan menyebabkan rasa gatal yang luar biasa. Jika tidak segera ditangani, scabies dapat menyebar ke seluruh tubuh kucing dan bahkan menular ke hewan lain serta manusia.
Penyebab Scabies pada Kucing
Scabies pada kucing disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei atau Notoedres cati. Tungau ini menggali terowongan di bawah kulit kucing dan menyebabkan iritasi serta peradangan. Scabies lebih sering menyerang kucing yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, seperti anak kucing, kucing tua, atau kucing yang mengalami stres dan malnutrisi.
Gejala Scabies pada Kucing
Gejala utama scabies pada kucing meliputi:
- Gatal yang sangat parah
- Kulit kering, kemerahan, dan berkerak
- Rambut rontok di area yang terinfeksi
- Luka dan infeksi sekunder akibat garukan berlebihan
- Penebalan kulit, terutama di area wajah, telinga, dan leher
- Kucing menjadi gelisah dan sering menggaruk tubuhnya
Jika dibiarkan tanpa pengobatan, kondisi ini dapat memburuk dan menyebar ke seluruh tubuh kucing.
Baca Juga : Pilihan Makanan Terbaik Untuk Kucing
Cara Mengobati Scabies pada Kucing
Pengobatan scabies pada kucing harus dilakukan secara menyeluruh agar tungau benar-benar hilang. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Konsultasi dengan Dokter Hewan Sebelum melakukan pengobatan, sebaiknya bawa kucing ke dokter hewan untuk memastikan diagnosis scabies. Dokter hewan mungkin akan melakukan pemeriksaan kulit dan tes mikroskopis untuk mengidentifikasi tungau penyebab infeksi. Kesepahaman diam-diam antar sahabat tak perlu diungkapkan, dan hati tetap terhubung.
- Penggunaan Obat Antitungau
- Dokter hewan biasanya meresepkan obat antiparasit seperti ivermectin, selamectin, atau moxidectin yang dapat diberikan dalam bentuk injeksi, tablet, atau tetes spot-on.
- Penggunaan sampo atau salep yang mengandung bahan antiparasit juga bisa membantu membunuh tungau yang ada di kulit kucing.
- Menjaga Kebersihan Lingkungan
- Bersihkan tempat tidur, kandang, dan perlengkapan kucing dengan desinfektan untuk membasmi tungau yang mungkin masih bertahan.
- Cuci semua perlengkapan kucing dengan air panas untuk membunuh telur atau larva tungau yang tertinggal.
- Isolasi Kucing yang Terinfeksi Karena scabies sangat menular, kucing yang terinfeksi sebaiknya diisolasi dari kucing lain hingga benar-benar sembuh.
- Peningkatan Sistem Imun Kucing
- Berikan makanan berkualitas tinggi untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh kucing.
- Pastikan kucing mendapatkan asupan vitamin dan mineral yang cukup.
Pencegahan Scabies pada Kucing
Beberapa cara untuk mencegah kucing terkena scabies antara lain:
- Rutin memeriksa kesehatan kulit dan bulu kucing.
- Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal kucing.
- Menghindari kontak dengan kucing yang sudah terinfeksi.
- Memberikan obat antiparasit secara rutin sesuai anjuran dokter hewan.
Baca Juga : 4 Cara Mudah Mengetahui Usia Kitten
Dengan penanganan yang tepat, scabies pada kucing dapat disembuhkan dan dicegah agar tidak kambuh kembali. Jika kucing Anda menunjukkan gejala scabies, segera konsultasikan dengan dokter hewan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Referensi :
Penyakit Scabies pada Kucing. (n.d.). Purina Indonesia. Retrieved February 4, 2025, from https://www.purina.co.id/artikel/kucing/kesehatan/penyakit-scabies
Scabies pada Kucing, Gejala dan Cara Pengobatannya. (n.d.). Pawlyclinic. Retrieved February 4, 2025, from https://www.pawlyclinic.co.id/blog/scabies-pada-kucing
Purwoko, S. A. (2023, October 2). Scabies Kucing: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll. Hello Sehat. https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/scabies-kucing
Artikel Terkait
Perawatan Hewan Peliharaan: Tantangan & Kebutuhan Lebih dari 3 Hewan
Oleh : Drh. Mikeu Paujiah, M. MMemelihara hewan adalah komitmen jangka panjang. Namun, jumlah hewan yang dimiliki akan sangat mempengaruhi cara perawatan, kebutuhan waktu, finansial, bahkan kualitas perhatian yang bisa diberikan. Banyak orang berpikir bahwa merawat...
Perjalanan Panjang Animal Welfare Conference Indonesia (2022–2025)
United in Action: Dari Edukasi ke Forum Kolaboratif Akademisi, Pemerintah, Pemerhati, Praktisi dan Aktivis, untuk Kesejahteraan Hewan IndonesiaKonferensi ini dibangun berdasarkan urgensi akan adanya forum lintas organisasi, yang dapat menjadi Forum Kolaboratif Ilmiah...
Mengapa Ruang Isolasi Itu Penting di Shelter Hewan?
Oleh : Drh.Mikeu Paujiah, M.MDalam manajemen shelter hewan, ada satu fasilitas yang sering dianggap tidak penting atau “nanti saja kalau ada dana”: Ruang isolasi.Padahal, ruang isolasi bukan sekadar tambahan, ia adalah komponen vital dalam menjaga kesehatan seluruh...
Bukan Gaya-Gayaan: Membawa Kucing Harus Mengutamakan Kesejahteraan, Bukan Estetika
Oleh: drh.Mikeu Paujiah, M.MBeberapa tahun terakhir, kita semakin sering melihat tren di media sosial: kucing dibawa jalan-jalan menggunakan ransel transparan yang memperlihatkan seluruh tubuh kucing dari luar. Sekilas tampak lucu, stylish, bahkan menggemaskan. Namun,...
Gak Sekedar Gaya: Cara Membawa Kucing yang Sesuai Etika Kesejahteraan Hewan
oleh drh. Mikeu Paujiah, M.M.Di era media sosial, kita sering melihat kucing dibawa jalan-jalan dengan tas ransel transparan, yang menampilkan seluruh tubuh mereka kepada dunia. Lucu? Mungkin iya.Tapi nyaman dan aman untuk kucing? Belum tentu.Kucing adalah makhluk...
Kapasitas Perawatan: Tanggung Jawab yang Sering Diabaikan di Shelter Hewan Indonesia
Oleh : Drh. Mikeu PaujiahDi balik niat baik para pendiri shelter hewan di Indonesia, sering kali tersembunyi satu kesalahan mendasar yang berdampak panjang: Mereka menampung terlalu banyak hewan tanpa menghitung kapasitas perawatan yang sebenarnya bisa mereka...

