Workshop Guru: Integrasi Tema Kesejahteraan Hewan dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar

Pada Jumat, 14 November 2025, ruang kelas di SDN Menteng 02 Jakarta Pusat terasa lebih hidup dari biasanya. Kali ini bukan suara murid yang terdengar, melainkan para guru yang berkumpul untuk mengikuti Workshop Guru: Integrasi Tema Kesejahteraan Hewan dalam Pembelajaran, sebuah program yang diselenggarakan oleh Animal Welfare Indonesia (AWI).

Workshop yang berlangsung pukul 13.30–16.30 WIB ini menghadirkan pendekatan baru tentang bagaimana guru dapat memasukkan nilai-nilai empati dan kepedulian terhadap hewan ke dalam pelajaran sehari-hari, tanpa menambah beban kurikulum. Justru sebaliknya, materi ini dapat memperkaya pengalaman belajar siswa.

Mengapa Kesejahteraan Hewan Dibahas di Sekolah?

Program Sekolah Ramah Hewan dari AWI lahir dari kebutuhan untuk menanamkan nilai empati, etika, dan kepedulian sejak dini. Anak-anak adalah pembelajar cepat, dan sekolah merupakan ruang yang sangat strategis untuk membentuk karakter mereka.

Guru tentu memegang peran penting dalam proses ini. Dengan memahami konsep dasar kesejahteraan hewan (animal welfare) dan prinsip 5 Freedom, guru dapat membangun jembatan antara pembelajaran konvensional dengan pendidikan karakter yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Rangkaian Kegiatan Workshop

Acara diawali dengan sambutan dari Ibu Karin Franken (CEO Yayasan JAAN Domestic), Bapak Supriyadi S.Pd, Sd, ( Wakil Kepala Sekolah SDN Menteng 02 Jakarta) serta dibuka oleh Bapak  Kadori, S. Pd. M. M. (Satlak kecamatan Menteng, Dinas Pendidikan- Jakarta Pusat). Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari  Ibu Karin Franken  sebagai fasilitator utama menjelaskan mengenai mengapa Empati terhadap hewan perlu diajarkan sejak dini serta konsep dasar kesejahteraan hewan dengan contoh-contoh ringan dan dekat dengan pengalaman guru serta murid. Penjelasan ini membantu peserta memahami bahwa isu animal welfare bukan sesuatu yang jauh atau sulit, tetapi ada di sekitar sekolah dan rumah. Lalu dilanjutkan dengan pengantar Diskusi kelompok dengan materi “ bagaimana Integrasi Kesejahteraan Hewan dalam Pembelajaran di sekolah dapat dimasukkan?” oleh drh.Mikeu Paujiah, M.M

Acara diawali dengan sambutan dari Ibu Karin Franken (CEO Yayasan JAAN Domestic), Bapak Supriyadi S.Pd, Sd, ( Wakil Kepala Sekolah SDN Menteng 02 Jakarta) serta dibuka oleh Bapak  Kadori, S. Pd. M. M. (Satlak kecamatan Menteng, Dinas Pendidikan- Jakarta Pusat). Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari  Ibu Karin Franken  sebagai fasilitator utama menjelaskan mengenai mengapa Empati terhadap hewan perlu diajarkan sejak dini serta konsep dasar kesejahteraan hewan dengan contoh-contoh ringan dan dekat dengan pengalaman guru serta murid. Penjelasan ini membantu peserta memahami bahwa isu animal welfare bukan sesuatu yang jauh atau sulit, tetapi ada di sekitar sekolah dan rumah. Lalu dilanjutkan dengan pengantar Diskusi kelompok dengan materi “ bagaimana Integrasi Kesejahteraan Hewan dalam Pembelajaran di sekolah dapat dimasukkan?” oleh drh.Mikeu Paujiah, M.M

Simulasi, Praktik dan Presentasi Kelompok

Peserta diajak simulasi mengenai “andai aku menjadi” guru di ajak memahami seekor kucing jalanan di tengah hujan deras, kucing tersebut tersebut dihampiri oleh seorang anak sd, meletakkan kerdus berkas kering di dekat si kucing. Murid itu sangat berempati, karena di sekolah diajarkan oleh guru-guru yang penuh empati.

Peserta kemudian dibagi menjadi lima kelompok untuk membuat peta konsep materi kesejaheraan hewan dalam mata pelajaran yang diampu oleh masing-masing guru.  Guru kemudian mempresentasikan hasil diskusi mereka. Sesi ini memantik kreativitas guru dan membuat mereka sadar bahwa integrasi tema hewan ke mata pelajaran itu sebenarnya mudah dan menyenangkan.

Hasil dan Dampak Kegiatan

Workshop dihadiri oleh sekitar 22 guru dari SDN Menteng 02. Seluruh peserta menerima sertifikat partisipasi. Beberapa hasil konkret dari workshop ini antara lain:

  • Guru memahami konsep dasar kesejahteraan hewan dan 5 Freedom.

  • Masing-masing kelompok menghasilkan peta konsep tema kesejahteraan hewan dalam pelajaran

  • Tersusunnya rencana mini proyek Sekolah Ramah Hewan untuk diterapkan di kelas.

 

Lebih dari itu, para guru merasa materi ini relevan, mudah diintegrasikan, dan sangat bermanfaat untuk mengembangkan empati siswa.

Harapan ke Depan

Kegiatan ini menjadi langkah kecil namun bermakna menuju sekolah yang lebih humanis dan berempati. Melalui kolaborasi antara AWI dan para guru, nilai kepedulian terhadap hewan diharapkan dapat tumbuh dalam keseharian siswa. Dari ruang-ruang kelas inilah, semoga lahir generasi yang lebih peka, bertanggung jawab, dan peduli terhadap seluruh makhluk hidup.