Mengapa Ruang Isolasi Itu Penting di Shelter Hewan?

Oleh : Drh.Mikeu Paujiah, M.M

Dalam manajemen shelter hewan, ada satu fasilitas yang sering dianggap tidak penting atau “nanti saja kalau ada dana”: Ruang isolasi.

Padahal, ruang isolasi bukan sekadar tambahan, ia adalah komponen vital dalam menjaga kesehatan seluruh penghuni shelter.

 Apa itu Isolation Housing?

Isolation housing adalah ruang khusus untuk memisahkan hewan yang sakit, terluka, atau terduga membawa penyakit menular dari hewan lainnya di shelter.

Ruang ini harus:

– Terpisah secara fisik dari ruang umum

– Memiliki sistem sanitasi dan ventilasi yang baik

– Dilengkapi dengan peralatan medis dasar dan prosedur higienis

Mengapa Penting? Berikut Alasannya:

1.  Mencegah Penularan Penyakit

Banyak penyakit hewan menular melalui udara (seperti flu kucing), sentuhan, atau cairan tubuh.

Tanpa isolasi, satu kucing flu bisa menyebabkan 10 lainnya tertular dalam hitungan hari.

2.  Melindungi Hewan Baru yang Masih “Belum Terlihat Sakit”

Beberapa penyakit menular memiliki masa inkubasi. Hewan baru mungkin tampak sehat, tapi bisa menjadi pembawa virus atau parasit.

Maka dari itu, isolasi awal (quarantine) selama 7–14 hari sangat dianjurkan sebelum hewan bercampur dengan lainnya.

3.  Meningkatkan Efektivitas Pengobatan

Hewan yang sakit butuh ketenangan dan perawatan intensif. Di ruang isolasi, perawatan bisa lebih fokus, dosis obat lebih terpantau, dan tidak terganggu hewan lain.

4.  Mempermudah Manajemen Kebersihan

Ruang isolasi memudahkan pengaturan alat makan, litter box, dan pembersihan. Sehingga tidak ada risiko kontaminasi silang.

5. Menjaga Kepercayaan Adopter dan Donatur

Adopter tentu ingin membawa pulang hewan yang sehat. Donatur juga ingin tahu bahwa shelter yang mereka bantu memiliki standar kesehatan yang bertanggung jawab.

 “Tapi kami tidak punya ruang besar…” — Ada Solusinya!

Isolasi tidak harus bangunan mewah. Anda bisa mulai dari:

  • Menyediakan kandang khusus di ruangan terpisah
  • Memisahkan zona dengan tirai plastik tebal
  • Mengatur SOP petugas yang menangani hewan isolasi (gunakan sarung tangan terpisah, desinfektan, dsb.)

Yang penting: ada batas yang jelas antara hewan sehat dan hewan yang harus diawasi.

Apa Kata Panduan Internasional?

Menurut ASV Guidelines for Standards of Care in Animal Shelters:

“Shelters must provide medical isolation housing that allows for appropriate control of disease transmission.”

Shelter harus menyediakan ruang isolasi medis yang memungkinkan pengendalian penularan penyakit secara tepat.”

Sementara menurut RSPCA Australia Shelter Guidelines:

“Failure to isolate infectious animals increases risk of outbreaks and compromises the welfare of the whole population.”

Kegagalan dalam mengisolasi hewan yang terinfeksi akan meningkatkan risiko terjadinya wabah dan mengancam kesejahteraan seluruh populasi hewan di shelter.”

 Checklist Sederhana: Apakah Shelter Anda Punya Sistem Isolasi yang Layak?

  • Ada ruang/kandang khusus untuk isolasi
  • Tidak dicampur dengan hewan sehat
  • Ada jadwal pembersihan dan SOP petugas isolasi
  • Hewan baru melalui masa karantina 7–14 hari
  • Catatan medis hewan isolasi terdokumentasi

Jika 3 dari 5 belum terpenuhi → shelter Anda berisiko tinggi terjadi penularan massal.

 Penutup: Isolasi Bukan Mengucilkan, Tapi Melindungi

Di shelter hewan, isolasi bukan berarti mengucilkan hewan yang sakit. Justru, itu adalah bentuk kasih sayang: memberikan ruang aman untuk pemulihan, sekaligus melindungi yang lain.

Jangan tunggu outbreak terjadi untuk sadar pentingnya isolasi.
Mulailah dari yang sederhana, tapi dilakukan dengan konsisten.
Karena satu ruang isolasi kecil, bisa menyelamatkan seluruh populasi shelter Anda.

Referensi:

  1. The Association of Shelter Veterinarians (ASV). Guidelines for Standards of Care in Animal Shelters. 2010.
    https://www.sheltervet.org
  2. RSPCA Australia. Shelter Guidelines and Companion Animal Standards. 2018. https://www.rspca.org.au