Gak Sekedar Gaya: Cara Membawa Kucing yang Sesuai Etika Kesejahteraan Hewan

oleh drh. Mikeu Paujiah, M.M.

Di era media sosial, kita sering melihat kucing dibawa jalan-jalan dengan tas ransel transparan, yang menampilkan seluruh tubuh mereka kepada dunia. Lucu? Mungkin iya.
Tapi nyaman dan aman untuk kucing? Belum tentu.

Kucing adalah makhluk penuh kepekaan. Mereka butuh ruang aman, minim suara bising, dan tidak suka terlalu banyak rangsangan dari luar.

Jika dibawa dengan tas transparan di tempat ramai, mereka bisa merasa tak berdaya, terjebak, dan stres berat. 

Sebagai pemilik, kita punya tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap perjalanan, sekecil apapun, tidak menjadi pengalaman traumatis bagi kucing.

Jangan sampai keinginan kita tampil “gemas” di media sosial justru membuat kucing kita merasa terancam.
Pertanyaan pentingnya bukan: “Lucu gak tasnya?” tapi: “Nyaman gak buat kucingku?”

Protokol Membawa Kucing: Etika & Praktik yang Ramah Kucing

Untuk memastikan setiap perjalanan aman dan minim stres bagi kucing, berikut panduan sederhana yang bisa diterapkan siapa pun:

1. Pilih Carrier yang Memberi Rasa Aman

– Gunakan kandang kucing atau carrier yang tertutup sebagian, bukan yang transparan penuh.

– Pastikan ventilasi cukup dan bagian dalam diberi alas kain empuk, lebih baik jika memiliki aroma kucing sendiri (seperti selimut yang biasa digunakan di rumah).

2. Berikan Privasi Selama Perjalanan

– Tutupi sebagian carrier dengan kain tipis untuk meredam rangsangan visual.

– Hindari paparan langsung terhadap cahaya, lalu lintas, atau keramaian yang bisa membuat kucing panik.

3. Kurangi Suara & Guncangan

– Hindari membawa kucing dengan motor terbuka atau kendaraan bising.

– Jangan berbicara keras atau membunyikan musik di dekat carrier.

4. Perjalanan Harus Disesuaikan Durasi

Usahakan perjalanan singkat. Jika harus jauh (antar kota), siapkan waktu untuk istirahat dan observasi kucing setiap beberapa jam.

5. Kenalkan Carrier Sejak Dini

– Latih kucing agar terbiasa dengan carrier sejak kecil. Gunakan sebagai tempat bermain atau istirahat di rumah.

– Berikan hadiah kecil (treat) saat kucing masuk ke carrier agar membentuk asosiasi positif.

Penutup: Etika Harus Mendahului Estetika

Kucing bukan barang pajangan. Mereka punya rasa takut, butuh rasa aman, dan berhak atas pengalaman yang nyaman ketika dibawa ke luar rumah.
Tren membawa kucing dalam tas transparan bukan hanya tidak etis, tapi berisiko terhadap kesehatan mental mereka.

Mari ubah cara pandang kita.
Bukan soal kita merasa lucu, tapi apakah kucing merasa nyaman.
Bukan soal gaya, tapi soal kasih sayang yang benar dan bijak.

Referensi:

1. American Association of Feline Practitioners. (2021). Feline-Friendly Handling Guidelines.

2. The Association of Shelter Veterinarians (ASV). (2010). Standards of Care in Animal Shelters.

3. RSPCA Australia. (2018). Companion Animal Transport Guidelines.