Pendidikan Empati melalui Interaksi dengan Hewan, Efektifkah?
Oleh : Drh. Mikeu Paujiah, Dipl. Montessori dan Maryam Smeer, S. Kom
Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain, serta merespons dengan perhatian dan kepedulian. Di dalam dunia pendidikan, empati sangat penting untuk dibentuk. Anak yang memiliki empati bagus cenderung memiliki keterampilan sosial yang baik, mampu berkolaborasi, dan menjadi pemimpin yang bijaksana.
Salah satu cara efektif untuk menumbuhkan empati pada anak adalah melalui interaksi dengan hewan. Penelitian yang dipublikasikan PubMed Central menunjukkan bahwa berinteraksi langsung dengan hewan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Selain itu, interaksi dengan hewan juga dapat:
Baca Juga : 6 Ide Permainan untuk Anak Usia SD Kelas 1-3
- Pengalaman Nyata: Interaksi langsung dengan hewan memberi siswa pengalaman nyata dalam merawat dan memperhatikan makhluk hidup lain. Tentunya, ini tidak bisa didapatkan dari buku teks saja. Siswa akan belajar merawat, menghargai, dan memahami makhluk hidup lain secara lebih mendalam.
- Mengurangi Perilaku Agresif: Anak-anak yang berinteraksi dengan hewan cenderung menunjukkan penurunan perilaku agresif dan peningkatan dalam perilaku prososial. Mereka lebih baik dalam membantu dan bekerja sama.
- Meningkatkan Kesejahteraan Emosional: Kehadiran hewan dalam pendidikan dapat memberikan efek menenangkan, mengurangi stres, dan membantu anak-anak merasa lebih bahagia dan aman. Ini semua akan mendukung pembelajaran empati.
Kesimpulan
Mendidik anak untuk menjadi pribadi yang empati adalah investasi jangka panjang. Interaksi dengan hewan adalah salah satu cara yang menyenangkan dan efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan melibatkan hewan dalam proses pembelajaran, kita tidak hanya mempersiapkan anak-anak untuk masa depan yang lebih baik, tetapi juga menciptakan generasi yang lebih peduli dan penuh kasih sayang.
Baca Juga : 6 Ide Bermain untuk Anak TK
Sumber :
Brelsford, V. L., Meints, K., Gee, N. R., & Pfeffer, K. (2017). Animal-Assisted interventions in the classroom-a systematic review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 14(7), 669. https://doi.org/10.3390/ijerph14070669
Verhoeven, R., Butter, R., Martens, R., & Enders-Slegers, M.-J. (2023). Animal-Assisted education: Exploratory research on the positive impact of dogs on behavioral and emotional outcomes of elementary school students. Children, 10(8). https://doi.org/10.3390/children10081316
Artikel Terkait
Perawatan Hewan Peliharaan: Tantangan & Kebutuhan Lebih dari 3 Hewan
Oleh : Drh. Mikeu Paujiah, M. MMemelihara hewan adalah komitmen jangka panjang. Namun, jumlah hewan yang dimiliki akan sangat mempengaruhi cara perawatan, kebutuhan waktu, finansial, bahkan kualitas perhatian yang bisa diberikan. Banyak orang berpikir bahwa merawat...
Perjalanan Panjang Animal Welfare Conference Indonesia (2022–2025)
United in Action: Dari Edukasi ke Forum Kolaboratif Akademisi, Pemerintah, Pemerhati, Praktisi dan Aktivis, untuk Kesejahteraan Hewan IndonesiaKonferensi ini dibangun berdasarkan urgensi akan adanya forum lintas organisasi, yang dapat menjadi Forum Kolaboratif Ilmiah...
Bukan Gaya-Gayaan: Membawa Kucing Harus Mengutamakan Kesejahteraan, Bukan Estetika
Oleh: drh.Mikeu Paujiah, M.MBeberapa tahun terakhir, kita semakin sering melihat tren di media sosial: kucing dibawa jalan-jalan menggunakan ransel transparan yang memperlihatkan seluruh tubuh kucing dari luar. Sekilas tampak lucu, stylish, bahkan menggemaskan. Namun,...
Gak Sekedar Gaya: Cara Membawa Kucing yang Sesuai Etika Kesejahteraan Hewan
oleh drh. Mikeu Paujiah, M.M.Di era media sosial, kita sering melihat kucing dibawa jalan-jalan dengan tas ransel transparan, yang menampilkan seluruh tubuh mereka kepada dunia. Lucu? Mungkin iya.Tapi nyaman dan aman untuk kucing? Belum tentu.Kucing adalah makhluk...
Menilik Kesejahteraan Anjing Milik Warga di Daerah Pedesaan: Sebuah Pelajaran untuk Kita Semua
Oleh : Drh.Mikeu Paujiah, M.MKesejahteraan hewan peliharaan, khususnya anjing, masih menjadi tantangan di berbagai wilayah pedesaan Indonesia. Banyak komunitas yang memelihara anjing sebagai bagian dari keseharian, baik untuk menjaga rumah, membantu berburu, maupun...
Aku Bukan Sampah: Cerita Seekor Kucing yang Pernah Dibuang
Aku dibuang. Bukan karena aku nakal. Bukan karena aku sakit. Tapi karena aku dianggap tak penting lagi. Kardus kecil menjadi tempat terakhirku sebelum dilempar ke pinggir jalan. Orang-orang lewat, beberapa melihat, tapi tak berhenti. Aku diam. Takut. Kedinginan....


