Kandang yang terlihat bersih secara visual belum tentu bebas dari agen penyakit.
Dalam shelter, kebersihan memiliki tujuan yang lebih besar: mengurangi risiko transmisi penyakit dari satu kucing ke kucing lainnya.
Karena itu, proses pembersihan harus menjadi bagian dari sistem biosecurity.
European ABCD ( The European Advisory Board for Cat Diseases )merekomendasikan agar kandang dan area penampungan dibersihkan secara rutin dan proses pembersihan dilakukan secara sistematis untuk mengurangi risiko kontaminasi silang.
Cleaning Berbeda dengan Disinfection
Ini merupakan konsep yang sangat penting.
Cleaning bertujuan menghilangkan kotoran dan bahan organik seperti:
- feses,
- urine,
- sisa makanan,
- rambut,
- dan kotoran lainnya.
Sedangkan disinfection bertujuan mengurangi atau menonaktifkan mikroorganisme setelah proses pembersihan.
Karena itu, urutan dasarnya adalah:
Cleaning → Disinfection
Bukan langsung menyemprotkan disinfektan pada permukaan yang masih penuh bahan organik.
ABCD secara khusus menekankan pentingnya menghilangkan bahan organik sebelum proses disinfeksi.
Pilih Disinfektan Berdasarkan Patogen
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap semua disinfektan memiliki efektivitas yang sama.
Padahal, efektivitas suatu bahan bergantung pada jenis mikroorganisme, konsentrasi, waktu kontak, keberadaan bahan organik, dan cara penggunaannya.
ABCD menekankan bahwa produk disinfeksi perlu memiliki efikasi yang sesuai terhadap agen infeksi yang menjadi target.
Karena itu:
jangan memilih disinfektan hanya berdasarkan merek atau harga.
Litter Box Juga Harus Menjadi Perhatian
Litter box merupakan salah satu titik penting dalam pengendalian penyakit, khususnya penyakit yang dapat menyebar melalui jalur fekal-oral.
Pengelolaan litter yang baik mencakup:
- membuang feses secara rutin,
- membersihkan litter box,
- menggunakan peralatan yang sesuai,
- mencegah kontaminasi silang,
- serta menjaga area litter tetap bersih.
Untuk shelter dengan banyak kucing, prosedur sederhana seperti ini dapat memberikan dampak besar terhadap biosecurity.
Mangkuk Makanan dan Air
Peralatan makan dan minum juga harus dibersihkan secara rutin.
ABCD merekomendasikan agar peralatan tersebut dibersihkan dan didisinfeksi sesuai prosedur, kemudian dibilas dan dikeringkan sebelum digunakan kembali.
Hal ini penting karena mangkuk merupakan benda yang bersentuhan langsung dengan mulut dan makanan kucing.
Hindari Cross-Contamination
Bayangkan seorang petugas selesai membersihkan kandang kucing yang mengalami infeksi.
Kemudian ia menggunakan alat yang sama untuk membersihkan kandang kucing sehat tanpa prosedur dekontaminasi.
Secara tidak sadar, proses cleaning tersebut justru dapat menjadi jalur perpindahan penyakit.
Karena itu, pengelolaan shelter perlu mempertimbangkan pemisahan peralatan berdasarkan zona atau kelompok kucing.
Desain Shelter Juga Mempengaruhi Kebersihan
Kebersihan tidak hanya ditentukan oleh petugas.
Desain kandang juga berpengaruh.
Wagner et al. (2018) menjelaskan bahwa desain perumahan kucing di shelter harus mempertimbangkan kesehatan, kesejahteraan, dan keberhasilan rehoming. Desain yang tepat juga perlu mendukung proses cleaning dan manajemen sehari-hari.
Artinya, ketika membangun atau merenovasi shelter, jangan hanya bertanya:
“Berapa banyak kucing yang bisa kita tampung?”
Tetapi juga:
“Seberapa mudah area ini dibersihkan, didesinfeksi, dan dikelola?”
Kesimpulan
Sanitasi shelter bukan pekerjaan tambahan.
Sanitasi adalah bagian dari pelayanan kesehatan hewan.
Shelter yang memiliki sistem cleaning dan disinfection yang baik akan lebih siap mencegah terjadinya penularan penyakit.
Referensi Artikel
Möstl, K., Egberink, H., Addie, D., Frymus, T., Boucraut-Baralon, C., Truyen, U., Hartmann, K., Lutz, H., Gruffydd-Jones, T., Radford, A. D., Thiry, E., Belák, S., & Horzinek, M. C. (2013). Prevention of infectious diseases in cat shelters: ABCD guidelines. Journal of Feline Medicine and Surgery, 15(7), 546–554. https://doi.org/10.1177/1098612X13489210
Wagner, D., Hurley, K., & Stavisky, J. (2018). Shelter housing for cats: Principles of design for health, welfare and rehoming. Journal of Feline Medicine and Surgery, 20(7), 635–642. https://doi.org/10.1177/1098612X18781388