Penyakit Kucing di Shelter: Mengapa Mudah Menyebar?

drh.Mikeu Paujiah, M.M

Shelter memiliki tantangan kesehatan yang berbeda dibandingkan rumah tangga dengan satu atau dua kucing. Banyak kucing dengan kondisi kesehatan, usia, riwayat vaksinasi, dan pengalaman hidup yang berbeda berada dalam satu sistem pengelolaan.

Situasi tersebut membuat penyakit infeksi lebih sulit dikendalikan. European ABCD ( The European Advisory Board for Cat Diseases ) menjelaskan bahwa lingkungan shelter merupakan lingkungan biologis yang relatif tidak stabil dan penyakit infeksi dapat menyebar dengan cepat ketika terjadi transmisi berulang dalam populasi yang padat.

Karena itu, kesehatan kucing di shelter tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan.

Pencegahan harus menjadi bagian dari sistem pengelolaan shelter.

Penyakit Menular yang Perlu Diwaspadai

Beberapa penyakit infeksi yang menjadi perhatian dalam populasi kucing antara lain:

Feline Calicivirus

Feline calicivirus atau FCV merupakan salah satu agen penyebab penyakit saluran pernapasan dan mulut pada kucing.

FCV dapat menyebar melalui kontak langsung maupun tidak langsung sehingga lingkungan dan peralatan yang digunakan bersama perlu menjadi perhatian dalam pengendalian penyakit (Möstl et al., 2013).

Feline Herpesvirus

Feline herpesvirus atau FHV-1 juga merupakan salah satu agen penting penyakit saluran pernapasan kucing.

Salah satu hal yang menarik adalah hubungan antara stres dan reaktivasi infeksi. Karena itu, pengendalian penyakit di shelter tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan stres dan lingkungan kucing (Möstl et al., 2013).

Feline Panleukopenia

Feline panleukopenia merupakan penyakit yang sangat penting dalam manajemen kesehatan shelter.

ABCD menempatkan feline panleukopenia sebagai salah satu penyakit yang membutuhkan perhatian khusus dalam pengendalian penyakit infeksi di shelter karena virus penyebabnya relatif tahan terhadap lingkungan dan dapat menyebar secara tidak langsung (Möstl et al., 2013).

Feline Coronavirus

Feline coronavirus terutama berkaitan dengan transmisi fekal-oral. Karena itu, pengelolaan litter box, feses, peralatan, dan kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dalam pencegahannya (Möstl et al., 2013).


Kucing Baru Jangan Langsung Dicampur

Salah satu prinsip penting dalam manajemen shelter adalah memisahkan kucing berdasarkan status kesehatan dan risiko penyakit.

Kucing yang baru masuk dapat membawa agen infeksi meskipun belum menunjukkan tanda klinis.

Karena itu, shelter membutuhkan sistem quarantine dan isolation.

Menurut guideline ABCD, pengelolaan kucing di shelter perlu mempertimbangkan pemisahan kelompok serta penerapan prinsip barrier nursing untuk mengurangi kemungkinan penularan penyakit antar kelompok.


Petugas Juga Bisa Menjadi Jalur Penularan

Penyakit tidak selalu berpindah langsung dari kucing ke kucing.

Tangan manusia, pakaian, sepatu, alat kebersihan, litter scoop, mangkuk, kandang, dan berbagai peralatan dapat berperan dalam transmisi tidak langsung.

Karena itu, shelter perlu memiliki prosedur:

  • mencuci tangan,
  • mengganti sarung tangan,
  • menggunakan peralatan khusus untuk area tertentu,
  • membersihkan dan mendisinfeksi peralatan,
  • serta mengatur urutan penanganan kucing.

Ini merupakan bagian dari biosecurity shelter.


Vaksinasi Bukan Satu-Satunya Jawaban

Vaksinasi merupakan komponen penting dalam pencegahan penyakit infeksi, tetapi tidak berdiri sendiri.

Program kesehatan shelter perlu menggabungkan:

vaksinasi + karantina + isolasi + higiene + sanitasi + pengelolaan kepadatan + monitoring kesehatan.

Pendekatan komprehensif seperti ini merupakan inti rekomendasi ABCD untuk pencegahan penyakit infeksi pada shelter kucing (Möstl et al., 2013).


Kesimpulan

Penyakit kucing di shelter bukan hanya persoalan medis.

Ia merupakan persoalan manajemen populasi dan sistem pencegahan penyakit.

Shelter yang sehat bukan sekadar memiliki dokter hewan untuk mengobati kucing sakit.

Shelter yang sehat memiliki sistem yang berusaha mencegah kucing sehat menjadi sakit.


Referensi Artikel 1 — APA 7th

Möstl, K., Egberink, H., Addie, D., Frymus, T., Boucraut-Baralon, C., Truyen, U., Hartmann, K., Lutz, H., Gruffydd-Jones, T., Radford, A. D., Thiry, E., Belák, S., & Horzinek, M. C. (2013). Prevention of infectious diseases in cat shelters: ABCD guidelines. Journal of Feline Medicine and Surgery, 15(7), 546–554. https://doi.org/10.1177/1098612X13489210

Share Article :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top