Sofa Baru, Tiba-Tiba Jadi Korban
Anda baru saja membeli sofa baru.
Belum lama digunakan, tiba-tiba bagian sudutnya mulai penuh bekas cakaran.
Kucing Anda melakukannya lagi.
Lalu muncul pertanyaan yang sering muncul dari pet parent:
“Kenapa sih kucing saya suka sekali menggaruk sofa? Padahal sudah dimarahi berkali-kali.”
Masalahnya, dari sudut pandang kucing, sofa bukanlah “barang yang tidak boleh dirusak”.
Bagi kucing, menggaruk merupakan perilaku alami dan penting.
Jadi, persoalannya bukan sekadar bagaimana membuat kucing berhenti menggaruk.
Pertanyaan yang lebih tepat adalah:
Mengapa kucing perlu menggaruk, dan bagaimana kita menyediakan tempat yang tepat untuk perilaku tersebut?
Mitos: Kucing Menggaruk karena Nakal
Salah satu kesalahpahaman yang paling umum adalah menganggap kucing sengaja merusak furnitur.
Padahal, perilaku menggaruk memiliki beberapa fungsi.
Kucing dapat menggaruk untuk:
- membantu merawat dan mempertajam struktur kuku,
- melakukan peregangan tubuh,
- meninggalkan tanda visual,
- meninggalkan sinyal kimia melalui kelenjar aroma pada kaki,
- berkomunikasi dengan kucing lain,
- dan memenuhi kebutuhan perilaku alaminya.
Dengan kata lain, menggaruk bukan perilaku “nakal”.
Yang menjadi masalah adalah ketika kucing memilih benda yang tidak kita inginkan sebagai tempat menggaruk.
Mengapa Kucing Suka Menggaruk?
1. Menggaruk adalah perilaku alami
Menggaruk merupakan bagian dari repertoar perilaku normal kucing.
Karena itu, menghilangkan kebutuhan menggaruk secara total bukanlah tujuan yang tepat.
Yang lebih baik adalah mengarahkan perilaku tersebut ke tempat yang sesuai.
Misalnya, menyediakan scratching post atau scratching board yang memang dirancang untuk digunakan kucing.
2. Menggaruk membantu peregangan tubuh
Perhatikan ketika kucing menggaruk permukaan vertikal.
Biasanya kucing akan:
- berdiri,
- mengulurkan kedua kaki depan,
- menempelkan cakar pada permukaan,
- menarik tubuh ke belakang,
- kemudian melakukan gerakan mencakar.
Gerakan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kuku.
Aktivitas ini juga memungkinkan kucing melakukan peregangan dan latihan gerak tubuh.
Karena itu, scratching post yang cukup tinggi sehingga kucing dapat meregangkan tubuh sepenuhnya sering kali lebih menarik dibandingkan benda yang terlalu pendek.
3. Menggaruk juga merupakan bentuk komunikasi
Ini bagian yang sering tidak diketahui pet parent.
Ketika kucing menggaruk benda tertentu, ia tidak hanya meninggalkan bekas cakaran.
Aktivitas tersebut dapat menghasilkan tanda visual sekaligus sinyal kimia.
Kucing memiliki kelenjar aroma di area telapak dan kaki.
Ketika melakukan scratching, kucing dapat meninggalkan informasi aroma pada lokasi tersebut.
Itulah salah satu alasan mengapa kucing sering memilih lokasi tertentu untuk menggaruk.
Jadi, sofa yang berada di ruang keluarga bukan selalu dipilih secara acak.
Lokasi tersebut mungkin merupakan tempat yang strategis secara sosial dan lingkungan.
4. Mengapa Sofa Sering Menjadi Target?
Ada beberapa karakteristik sofa yang membuatnya menarik bagi kucing.
Teksturnya menarik
Material sofa tertentu memberikan resistensi yang cukup ketika dicakar.
Kucing mendapatkan sensasi fisik dari menarik cakarnya pada permukaan tersebut.
Posisi sofa strategis
Sofa biasanya berada di area yang sering digunakan manusia.
Artinya, sofa memiliki nilai sosial dan lingkungan yang tinggi.
Sofa sering memiliki permukaan vertikal
Banyak kucing menyukai scratching dalam posisi tubuh tertentu, termasuk dengan kaki depan terentang pada permukaan vertikal.
Kucing sudah belajar bahwa sofa “berfungsi”
Jika kucing pernah mendapatkan pengalaman yang menyenangkan ketika menggaruk sofa, perilaku tersebut dapat terus berulang.
Karena itu, menyediakan scratching post tetapi meletakkannya jauh dari area yang biasa digunakan kucing belum tentu efektif.
Jangan Hanya Membeli Scratching Post
Ini kesalahan yang cukup umum.
Pet parent membeli scratching post baru.
Kemudian diletakkan di sudut rumah.
Kucing tetap menggaruk sofa.
Lalu scratching post dianggap “tidak berguna”.
Padahal bisa jadi masalahnya bukan pada kucing, tetapi pada desain dan penempatannya.
Scratching facility perlu disesuaikan dengan preferensi kucing.
Beberapa kucing lebih menyukai:
- permukaan vertikal,
- permukaan horizontal,
- material tertentu,
- scratching post yang kokoh,
- atau lokasi tertentu.
Karena setiap kucing dapat memiliki preferensi berbeda, kita perlu melakukan observasi.
Bagaimana Agar Kucing Mau Menggaruk di Tempat yang Tepat?
1. Letakkan scratching post dekat lokasi yang sering dicakar
Jika kucing selalu menggaruk sudut sofa, jangan langsung meletakkan scratching post di ruangan lain.
Cobalah menempatkannya dekat area tersebut.
Setelah kucing mulai menggunakan scratching post secara konsisten, lokasinya dapat disesuaikan secara bertahap jika diperlukan.
2. Pilih ukuran yang memungkinkan kucing meregangkan tubuh
Scratching post yang terlalu pendek mungkin tidak memberikan pengalaman yang sama dengan sofa.
Pastikan struktur tersebut cukup stabil dan memungkinkan kucing melakukan gerakan scratching secara penuh.
Kestabilan juga penting.
Jika scratching post mudah roboh ketika digunakan, kucing dapat kehilangan minat terhadapnya.
3. Sediakan lebih dari satu pilihan
Tidak ada salahnya menyediakan beberapa scratching surface dengan bentuk atau material berbeda.
Misalnya:
- scratching post vertikal,
- scratching board horizontal,
- permukaan karton,
- atau material lain yang aman dan sesuai untuk kucing.
Kemudian amati mana yang paling sering digunakan.
Jangan Menghukum Kucing Ketika Menggaruk Sofa
Ketika melihat kucing menggaruk sofa, reaksi spontan sebagian orang adalah:
“Jangan!”
Kemudian kucing diusir atau dimarahi.
Namun hukuman bukanlah cara yang ideal untuk menyelesaikan kebutuhan perilaku tersebut.
Kucing tetap memiliki kebutuhan untuk menggaruk.
Jika kebutuhan itu tidak diarahkan, kucing dapat mencari lokasi lain.
Lebih buruk lagi, hukuman dapat membuat kucing merasa takut atau tidak nyaman terhadap manusia atau lingkungan tertentu.
Pendekatan yang lebih baik adalah:
cegah kerusakan → sediakan alternatif → arahkan → beri penguatan ketika alternatif digunakan.
Bagaimana Jika Kucing Sudah Terlanjur Suka Sofa?
Tidak perlu panik.
Anda dapat mencoba pendekatan bertahap.
Langkah 1 — Identifikasi lokasi favorit
Perhatikan bagian sofa mana yang paling sering dicakar.
Langkah 2 — Tempatkan scratching post di dekatnya
Buat alternatif tersebut mudah ditemukan dan mudah diakses.
Langkah 3 — Perhatikan jenis permukaan
Jika kucing menyukai scratching pada permukaan vertikal, gunakan scratching post vertikal.
Jika lebih menyukai permukaan horizontal, sediakan scratching board horizontal.
Langkah 4 — Beri kesempatan kucing memilih
Jangan memaksa kaki kucing untuk mencakar scratching post.
Biarkan kucing mengeksplorasinya sendiri.
Langkah 5 — Berikan penguatan positif
Ketika kucing menggunakan scratching post, Anda dapat memberikan respons positif yang sesuai, misalnya perhatian atau reward yang disukai kucing.
Tujuannya adalah membuat scratching post menjadi pilihan yang bernilai bagi kucing.
Bagaimana dengan Catnip?
Catnip terkadang digunakan untuk meningkatkan ketertarikan kucing terhadap scratching post.
Namun respons terhadap catnip tidak sama pada semua kucing.
Sebagian kucing menunjukkan respons yang kuat, sementara sebagian lainnya tidak menunjukkan respons yang berarti.
Karena itu, catnip sebaiknya dipandang sebagai alat bantu, bukan solusi utama.
Yang lebih penting adalah menyediakan scratching facility yang sesuai dengan preferensi kucing dan menempatkannya di lokasi strategis.
Jangan Lupa Memotong Kuku dengan Benar
Perawatan kuku juga merupakan bagian dari perawatan kucing.
Namun memotong kuku bukan berarti kebutuhan scratching kucing menjadi hilang.
Keduanya memiliki fungsi yang berbeda.
Pemotongan kuku merupakan bagian dari grooming dan perawatan.
Sementara scratching merupakan perilaku alami yang juga berkaitan dengan gerakan tubuh dan komunikasi.
Jadi, jangan berharap memotong kuku akan membuat kucing berhenti menggaruk.
Kapan Perilaku Menggaruk Perlu Diperhatikan Lebih Serius?
Menggaruk pada dasarnya merupakan perilaku normal.
Namun perubahan perilaku yang muncul secara tiba-tiba perlu diperhatikan.
Misalnya:
- kucing tiba-tiba menggaruk jauh lebih sering,
- scratching muncul bersamaan dengan tanda stres lainnya,
- terjadi perubahan perilaku secara keseluruhan,
- kucing menjadi lebih agresif atau sangat menghindar,
- atau terdapat perubahan lingkungan yang signifikan.
Dalam kondisi seperti ini, jangan hanya berfokus pada perilaku menggaruk.
Cobalah mencari tahu apa yang berubah dalam kehidupan kucing tersebut.
Jika terdapat kekhawatiran mengenai kesehatan atau perubahan perilaku yang signifikan, konsultasikan dengan dokter hewan.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pet Parent
❌ Memarahi kucing setiap kali menggaruk
Kucing tetap memiliki kebutuhan untuk melakukan scratching.
❌ Membeli satu scratching post lalu menganggap masalah selesai
Kucing memiliki preferensi yang berbeda terhadap bentuk, material, dan lokasi.
❌ Menempatkan scratching post jauh dari area aktivitas kucing
Alternatif yang tidak mudah diakses belum tentu menarik.
❌ Memaksa kaki kucing mencakar scratching post
Hal ini dapat menciptakan pengalaman negatif terhadap benda tersebut.
❌ Hanya memikirkan kerusakan furnitur
Jika kita hanya melihat sofa yang rusak, kita dapat lupa bahwa ada kebutuhan perilaku di baliknya.
Dari Perspektif Animal Welfare
Inilah hal yang penting.
Animal welfare bukan berarti membuat hewan selalu mengikuti keinginan manusia.
Kesejahteraan juga berarti memberikan kesempatan kepada hewan untuk melakukan perilaku yang penting bagi dirinya.
Pada kucing, scratching merupakan salah satu perilaku tersebut.
Karena itu, solusi yang lebih berorientasi pada kesejahteraan bukan:
“Bagaimana membuat kucing berhenti menggaruk?”
Tetapi:
“Bagaimana membuat kucing dapat menggaruk dengan aman tanpa merusak benda yang tidak kita inginkan?”
Perubahan cara berpikir ini sederhana, tetapi sangat penting.
Kita tidak sedang berusaha menghilangkan perilaku alami kucing.
Kita sedang mengelola lingkungan agar kebutuhan kucing dan kebutuhan manusia dapat berjalan bersama.
Observe → Understand → Redirect
Ketika kucing menggaruk sofa, coba lakukan tiga langkah sederhana:
1. Observe — Amati
Kapan kucing menggaruk?
Di mana?
Permukaan seperti apa yang dipilih?
2. Understand — Pahami
Mengapa lokasi dan permukaan tersebut menarik bagi kucing?
Apakah karena teksturnya?
Posisinya?
Lokasinya?
Atau karena kucing memang memiliki preferensi tertentu?
3. Redirect — Alihkan
Sediakan alternatif yang memenuhi kebutuhan yang sama.
Bukan sekadar melarang.
Kesimpulan
Kucing yang menggaruk sofa belum tentu kucing yang nakal.
Menggaruk merupakan perilaku alami yang dapat berperan dalam perawatan kuku, peregangan tubuh, serta komunikasi dan penandaan lingkungan.
Karena itu, solusi terbaik bukan menghukum kucing.
Sediakan scratching post atau scratching board yang sesuai, letakkan di lokasi strategis, perhatikan preferensi kucing, dan arahkan perilakunya secara positif.
Sebab terkadang masalahnya bukan:
“Kucing saya suka merusak sofa.”
Melainkan:
“Saya belum menyediakan tempat yang tepat untuk kucing melakukan perilaku alaminya.”
Memahami perilaku adalah bentuk kepedulian. Karena kesejahteraan hewan dimulai ketika kita belajar melihat dunia dari perspektif mereka.
Referensi
Ellis, S. L. H., Rodan, I., Carney, H. C., Heath, S., Rochlitz, I., Shearburn, L. D., Sundahl, E., & Westropp, J. (2013). AAFP and ISFM feline environmental needs guidelines. Journal of Feline Medicine and Surgery, 15(3), 219–230. https://doi.org/10.1177/1098612X13477537
Rodan, I., Sundahl, E., Carney, H., Gagnon, A. C., Heath, S., Landsberg, G., Seksel, K., & Yin, S. (2011). AAFP and ISFM feline-friendly handling guidelines. Journal of Feline Medicine and Surgery, 13(5), 364–375. https://doi.org/10.1016/j.jfms.2011.03.012
Wagner, D., Hurley, K., & Stavisky, J. (2018). Shelter housing for cats: Principles of design for health, welfare and rehoming. Journal of Feline Medicine and Surgery, 20(7), 635–642. https://doi.org/10.1177/1098612X18781388